Target Perdana
Ketika Aku masuk rumah, kulihat Anna mondar-mandir, hilir mudik, muter-muter sambil mulutnya komat-kamit. Mukanya kusut menampakkan kecapekannya yang terkalkulasi selama beberapa hari ini, namun ia tak memerdulikannya.
"Ayank.. kalo mau makan bilang-bilang ya. ntar Anna temenin" komat-kamit lagi. "Oh ya dari tadi hapenya bunyi terus, kayanya ada yang nelpon." Ucapnya sembari mencium punggung tanganku. "rasio keuangan ini dibanding dengan rasio keuangan itu, pake standarnya pak teguh, pak teguh bukunya tahun berapa ya? oh tidak-tidak bukan hanya pak teguh, kata pak bay harus pake standar yang lain juga.. bla..bla..bla.." kembali komat-komit. hyuuhh..
"kok gak diangkat tadi?" tanyaku. ternyata yang nelpon ibu.
"mau diangkat tapi pas mau dipencet tombolnya, eh mendadak mati.."
aku mengangguk. kutatap anna dengan tatapan heran. "kamu lagi ngapain sih yank? dari tadi komat-kamit terus" tanyaku.
"hehe.. lagi refreshing" ucapnya. tangan kanannya mengacung-acungkan tabel apa gitu gak tau namanya, pokoknya berhubungan dengan rumus-rumus analisis rasio keuangan.
he? refreshing? gak salah tuh?
"gimana setorannya mas? lancar kan?"
"hmm.. alhamdulillah lancar. tinggal dikit lagi nih.." aku menunjukkan muka jenuh.
"yeyee.. semangat mass!! anna dukung penuh deh. mau hapalin lagi sekarang atau murajaah yang tiga puluh ayat?" tanyanya dengan wajah berbinar. Wajah khas banget yang hanya dimiliki oleh Anna.
"hyuuuhh.. ohh.. no..." kataku sambil berekspresi seperti iklan permen. "ntar dulu ya yank. ini otak rasanya mau meledak. hapalan setiap hari sepuluh ayat aja udah ngos-ngosan. otakku gak kaya otakmu yang luar biasa prosesornya."
"hahaa.. mas tuh cuma belum terbiasa aja"
"kok kamu bisa ya? kuat banget nih kepala?" kataku sambil memijit kepala Anna dengan lembut.
"hehee.. istrinya siapa dulu.." Anna merangsek manja.
"istrinya oranr keren dong.. pokoknya.." teriakku PeDe.
(^_^)
"trek..trekk..trekk.." aku terbangun dari tidur. kupingku lebih dulu mendengar bunyi-bunyian sebelum aku membuka mata, seperti benturan benda tumpul yang massa dan gayanya kecil. Kuperhatikan lebih seksama, ternyata itu Anna. dia lagi berkobar didepan netbook. Tangan kecilnya tak henti-hentinya bertarung dengan keyboard yang kemudian menghasilkan bunyi-bunyian itu. api dibola matanya tak kunjung padam, padahal jam berapa ini? masyaallah jam 2.
"ayank belum tidur?" tanyaku. kupijit bahunya pelan.
"udah kok, tadi mungkin sekitar 30 menit setelah mas tidur anna ikutan tidur, terus bangun jam 12, setelah shalat langsung deh ngerjain skripsi." jawabnya riang.
"subhanallah istriku.. istriku.." kecupku menjadi hadiah yang mendarat dikeningnya. tanda apresiasiku yang luar biasa atas karuniaNya. "berarti mas ditinggal dong tahajjudnya?"
"gak kok. tadi kan cuma shalat pembuka sama shalat hajat"
"owh.. ya udah kalo gitu ayo kita wudhu dulu terus shalat"
Anna ngekor dibelakangku ke kamar mandi. setelah shalat tahajud, Anna kembali berkutat dengan skripsinya sedangkan aku berkutat dengan hapalan ayatku.
Begitulah yang kujalani pada hari-hari awal pernikahanku. Jika kau tanya tentang bulan madu? maka bulan madu kami adalah hari yang sedikit sekali istirahat untuk memenuhi deadline yang telah ditetapkan. Saat ini kami sedang ngejar target pertama, yaitu lulus bareng angkatan kakak kelas, karena ini adalah amanah pertama yang harus kami selesaikan sebelum amanah yang lain, cita-cita dan impian yang lain. setidaknya seperti itulah yang tergambar pada pohon peta petualangan kami.
Awalnya, sungguh.. berat banget ngejar-ngejar target dengan sistem deadline seperti itu. Yang kaya gitu bukanlah suatu hal yang biasa kulakukan. Aku adalah seseorang dengan tipe yang mengalir, umum, dan tidak terperinci. Makanya ketika sistem ini mulai diterapkan, Aku keponthal-ponthal ngikutin langkah Anna. Tapi untunglah Istriku yang organisatoris itu terlatennya minta ampun. Gak capek-capeknya dia melecut kembali semangatku dengan gayanya yang kadang keras seperti ibu kos yang cerewet, kadang manja kaya anak kecil, kadang manis banget kaya sahabat, kadang disiplin kaya akuntan.
Dampaknya jangan ditanya, marvelous! aku bisa melakukan hal-hal yang sifatnya rutin, yang butuh konsentrasi dan fokus luar biasa (jika dibanding beberapa bulan yang lalu) seperti menghafal, menulis, membaca, dan lain-lain yang semuanya dilakukan dengan disiplin dan penuh dedikasi.
Selain itu saudara-saudara, Aku selalu melongo melihat keteguhan dan keuletan istriku. Skripsi yang -yakinlah kamu pasti muntah-muntah melihatnya- mbulet luar biasa, dikerjakan kaya orang kesurupan.
"gile bener nih bocah" itu adalah kesan pertama ketika melihat kemampuannya. Ditengah-tengah ngerjain skripsinya yang mbulet-mbulet itu, pun masih sempat-sempatnya dia nyicilin skripsiku. Benar-benar itu orang otaknya luar biasa.
(^.^)
Dari tadi Anna terus-terusan melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Orang-orang yang penasaran melihat kearahku. Bisik-bisik tetanggapun mulai riuh.
"owhh.. jadi itu suaminya.. baru ngerti.."
"wahh.. untung banget ya.. udah dapet ijazah, dapet ijab sah pula"
"iya cumlaude lagi"
Tolonglah.. malu nih..
Jadi pada akhirnya, Anna dapat nyelesain deadlinenya targetnya dengan sukses dan sangat memuaskan. Skripsi yang mbulet-mbulet itu cuma dikerjain seminggu. Ada niat ada jalan katanya. Setelah itu pendadaran. Revisi. Ngerjain lagi kaya orang gila. Lulus. Cumlaude. hmmm...
Didalam hatiku, aku kemudian berujar maha suci Allah yang mengabulkan doa..
Jogja 16 Desember 2012
2 komentar:
Melihat romantisme kalian itu bikin iri gimanaaaaa getoooo ...
Sialaaaannn, kenapa postinganmu semuanya menggalaukan brew? -_-"
Salam sayang buat mbak cantik yak! Aku kangeeeeeeennnnnnn dia! :D
Salut dengan perjuangannya!!!! Subhanallah ...
hehe..
maaf gak bermaksud membuat galau yang baca..
justru pengennya cerita diatas bisa membuahkan pelajaran dan inspirasi
*tring.. salam disampaikan...
ane juga salut ama perjuangan ente gan!!!! subhanallah!!
all of this inspired by
Posting Komentar