Jumat, 25 Mei 2012

Ketua BEM

     nafas menderu setelah menuruni bukit. berkali-kali kuhirup berton-ton oksigen yang tak ada habisnya ini. gila tuh si ali dari tadi lari kenceng gak ada capeknya. 
      "ada apa bro? masak baru segini udah capek. tunjukkan kejantanan loe dong." cibir ali.
      "ihh.. ogah, emang gue homo? naudzubillah."
      pletak! sebuah tinjuan ringan berisi menghantam kepalaku. 
      "sakit tau.."
      "siapa bilang itu enak. makanya kalau serius ya serius, jangan buat bercanda."
      "orang timur memang gampang naik darah ye?"
    ali bersiap menerkamku, secepat kilat aku melenyapkan diri di balik rerimbunan semak di antara pepohonan asam jawa. daerah bukit kapur ini emang aneh yang bisa tumbuh dengan subur hanya pohom asam jawa ini, sedang yang lain hanya tumbuh seadanya. mengingatkanku akan fenomena kenjomplangan yang terjadi di berbagai pelosok negeri ini, yang kaya obesitas, yang miskin busung lapar. hmm... bergidik aku memikirkannya.
@@@
     "gimana konferensi kemaren?" tanya la do dengan nada semriwing. ada yang paham maksud semriwing? kalau tak paham analoginya seperti ini, seperti ketika kamu makan permen heksos, nah dimulut akan ada sensasi dingin. itulah semriwing. lalu gimana menerapkan semriwing pada indera pendengaran, silahkan di bayangkan sendiri-sendiri, hee.. 
    "alhamdulillah sukses!" jawab akbar dengan wajah riang bergembira, seperti habis naek puncak gunung (apa hubungannya?). wajar kalau dia bergembira karena dia adalah ketua seksi acara, menyuguhkan acara yang fenomenal dengan kredit waktu kurang dari dua minggu bukanlah hal mudah bagi seorang pemula seperti dia. tapi sebenarnya yang paling bergembira adalah seksi humas yang tugasnya tebar pesona mencari peserta. karena dalam konferensi yang melibatkan gubernur ngayogyakarto hadiningrat itu berhasil mendatangkan peserta dalam jumlah yang melebihi kuota yang telah ditargetkan. alhasil panitia mendapatkan surplus yang cukup untuk tasyakuran sembelih kambing.
      acara konferensi ekonomi islam yang diadakan secara estafet dalam parade izzul wal muslimin muharram 1423 H kemaren memang diadakan secara dadakan. kalo kata sekjen, "itulah kurang ajarnya ketua BEM". karena ketua BEM memang selalu aneh-aneh, bawaannya nyentrik, yang kata si sul "nyentriknya naudzubillah". dalam parade yang hanya berumur seminggu itu, kami para anak buah disiksa dengan berbagai rangkaian acara yang sangat padat bin numpuk-numpuk kaya kardus mie instan.
bayangkan saja dalam rangkaian acara selama seminggu, persiapan dan koordinasi hanya dilakukan selama tidak lebih dari satu bulan. dan untuk acara puncaknya, setelah melewati pertapaan selama tiga ditetapkanlah konferensi ekonomi islam. 
      untung saja selain nyentrik, pembawaannya juga di imbangi dengan sikap loyal yang luar biasa. selalu saja, kami tidak pernah tahu darimana dia bisa mendapatkan link sponsorship, yang jelas ketika acara akan dihelatkan dia telah berhasil menarik sponsor-sponsor berkantong gemuk. biasanya setelah pekerjaannya mengawasi dirasa cukup dia akan pergi entah kemana, tanpa ada yang tahu dan sama sekali tidak bisa dihubungi oleh siapapun. dan nanti akan muncul lagi dengan wajah tanpa dosa setelah acara bubaran, lalu bertanya "gimana suksesnya?" enteng banget gayanya bertanya.
     banyak yang gemes dengan keslenge'annya dalam memimpin BEM, tapi kami para anak buah tidak bisa berbuat apa-apa, karena selain dia slenge'an, dibalik itu dia telah memberi sumbangsih nyata berupa perubahan haluan kegiatan mahasiswa. dampaknya tidak hanya dirasakan pada kami sebagai anak buahnya, tapi juga mahluk penghuni kampus yang lainnya. kok ada orang kaya gitu ya. aku seperti melihat seorang tokoh detektive hewan ace ventura, keduanya sama tingkahnya, bedanya dia orang timur sedangkan ace adalah orang barat. tapi itu gak penting karena keduanya telah berhasil menaklukkan rasa malu yang serampangan dan berhasil menempatkan pada tempat yang benar.
    "mm.. surplusnya terserah kalian mau apakan, yang penting jangan ganggu kotak itu."kata la do sambil menunjuk kotak yang tergeletak di antara lemari berkas dan lemari ATK.
semua penasaran tak terkecuali aku.

Senin, 14 Mei 2012

kasus

         bukanlah pengalaman yang menyenangkan melihat kawan sendiri berjalan menuju kehancuran. namun kali itu begitulah yang aku saksikan. seorang pemuda nan cemerlang harus menghadapi kehancurannya ditengah-tengah ia sedang tumbuh berkembang. apa yang menyebabkan ia hancur. masalahnya sederhana, ketidaksepakatan antara dia dan ayahnya.
       kasus ini adalah kasus pertama yang menjadi perhatianku secara khusus. aku meluangkan banyak waktu untuk mengamatinya. menarik beberapa kesimpulan atas beberapa kejadian sehingga paling tidak aku bisa membantu kawanku itu. namun masalah yang sepertinya sederhana menjadi kian rumit manakala diantara keduanya tidak kutemukan ujung yang ingin dicapai.
       aku berusaha menjadi penengah. memahami dari sudut sang anak dan juga sang bapak. dan justru posisiku itu membuatku bingung. sang anak memiliki nilai kebenarannya sendiri, begitu juga sang bapak. sampai pada akhirnya kebenaran masing-masing tidak pernah bertemu dan saling bertentangan satu sama lain, mm.. sebenarnya tidak bertentangan secara frontal hanya pada beberapa bagian saja, dan masih ada kemungkinan untuk diperbaiki.
          keretakan hubungan antara anak dan orangtua, sudah banyak aku jumpai. biasanya terjadi ketika anak sudah memasuki masa-masa penggodokan nalar, sehingga ia mengalami banyak guncangan dan titik kejut. dan parahnya banyak orangtua yang tidak mengerti dan mau mengerti akan hal itu. mereka tetap pada jalan otoriter. mendidik anak dengan cara doktrin dan dogma tanpa memberi kesempatan anak untuk berbicara. dari sini mulailah konflik yang pada akhirnya berbuah kerugian jika kedua pihak tidak saling memperbaiki.
          maka sudah kewajiban menjadi orang tua harus siap segala hal, terutama pemahaman yang mendasar tentang pendidikan generasi selanjutnya yang amat penting. jika tidak maka anak-anak dengan nasib seperti kawanku itu akan semakin banyak.

Minggu, 13 Mei 2012

bagaimana ini?

      ada satu gunung yang harus dilewati kali ini? gunung ini bukan sembarang gunung, apalagi untuk orang selevelku yang masih seperti sekarang ini. beberapa pertimbangan telah di berikan untuk hal ini. pertimbangan pertama, seberapa jauh aku akan bertahan mendaki beberapa areal yang cukup sulit dan terjal. yang kedua, seberapa jauh konsistensi yang bisa aku pertahankan. yang ketiga, seberapa mampu aku membawahi orang-orang yang akan aku bawa mendaki gunung itu. 
        ini bukan perkara main main lho. ini beneran tantangan yang menguras malam-malamku. coba bayangkan jika kamu disuruh untuk melintasi suatu tempat yang belum pernah kamu lewati sebelumnya, kamu hanya diberikan beberapa arahan dan peta secara general, tidak ada detil yang tersedia untuk menjelaskan perjalanan seperti apa yang kamu lewati. ini semacam adapatasi terhadap sebuah perjalanan. 
       namun bukannya pesimis terhadap sesuatu yang belum pernah diketahui, hanya sebagai manusia normal, aku masih wajar saja memikirkan resiko yang akan dihadapi, karena itu juga yang bisa menyelamatkan dari kegegabahan. 
       ketika tawaran itu berlangsung beberapa kali, dengan pertanyaan, kamu mau apa? 
segera aku menghadap ke arah kiblat, memohon kepada yang maha kuasa untuk memberikanku petunjuk. bagaimanapun diriku tidak lebih dari seorang yang naif tanpa perlindungan Dia yang maha kuasa. aku mengambil tantangan itu apapun resiko dan tantangannya. resiko adalah konsekuensi kan? lagipula life is never flat. 

masa yang telah berlalu

tiga masa yang akan selalu di lalui oleh setiap manusia. masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. setiap masa mempunyai kadar masing-masing sehingga tidak perlu khawatir tidak bertemu dengannya. namun secara spesifik kali ini aku ingin mengobrolkan tentang masa lalu. sembari menikmati hidangan hangat yang disiapkan oleh diri sendiri sertatak lupa kopi atau teh panas, mencairkan suasana perenungan.
masa lalu adalah masa yang pernah dilewati setiap makhluk yang bernyawa. jangan salah hewanpun juga punya masa lalu hanya saja mereka tidak menyadarinya seperti manusia. masa lalu adalah sebuah harta berharga bagi manusia, ini tidak berlaku untuk orang-orang lanjut usia saja. kenapa menjadi begitu berharga karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari masa lalu untuk perjalanan selanjutnya dimasa yang akan datang. spesialnya manusia, secara fitrah manusia adalah makhluk yang selalu tumbuh berkembang, dan belajar. dua hal pertama dimiliki oleh hewan, namun tidak untuk hal yang ketiga. karena manusia memiliki hal yang tidak dimiliki hewan. apa itu? akal. itulah anugerah terbesar sepanjang kehidupan manusia. sebuah modal yang tidak ada duanya dalam menjalani kehiduapn. karenanya jika ada manusia yang tidak memaksimalkan potensi akalnya, sungguh sayang sekali. apalagi manusia yang tidak menggunakannya, maka apa bedanya dia dengan hewan.tidak heran ada yang mendefinisakn manusia dengan sebutan hewan berakal, karena manusia juga bisa berpotensi jadi hewan jika hanya menggunakan nalurinya saja tanpa menggunakan akal.
masa lalu.. dari sanalah manusia akan banyak belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih baik setiap waktunya, sampai saat manusia harus lenyap digantikan yang lain.

Sabtu, 12 Mei 2012

jalan

aku melihat begitu banyak jalan. banyak sekali hingga membuatku pusing. jalan mana? yang seperti apa? yang paling aman dan nyaman aku lewati?
kenyataan bahwa jalan-jalan yang akan aku pilih tidak memberiku satu kenyamanan adalah satu hal yang aku dapatkan ketika aku mulai menjalani apa yang aku pilih. tidak ada yang mudah dalam setiap perjalanan, itu adalah satu kunci yang aku renungkan. sebuah kata yang berasal dari sebuah buku kusam yang sampai saat ini aku simpan. kepada seorang teman aku ucapkan terima kasih yang sangat banyak karena telah memberiku catatan itu.
tidak ada yang mudah dalam perjalanan. sebuah ungkapan jika ditilik secara fisik, nampak seperti sebuah kepesimisan dalam menjalani kehidupan. namun apakah demikian?
owhh.. sabar kawan.. untuk menjawab semua pertanyaan itu, kita tidak perlu terburu seperti ada yang mau melahirkan. perlu perenungan yang mendalam. sabar dan ulet memang sangat diperlukan disini.
menjalani sebuah perjalanan tentu disana kita akan menemukan berbagai hal, ok kita katakan hal itu terbagi menjadi dua kelompok, ada yang menurut kita menyenangkan dan ada pula yang menurut kita tidak menyenangkan. nah dari sinilah titik mulai terlihat. dari dua hal tadilah yang akan membuat perjalanan kita menjadi tidak mudah. manusia yang hidup dengan sifat alaminya pasti memiliki tendensi dalam setiap perbuatannya, menjadikannya harus berhasil melalui persimpangan untuk melampaui dirinya sendiri. aihh.. membingungkan.. maksudnya terkadang kita mengharapkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu kita harapkan ketika melakukan sebuah perbuatan. disinilah ketidak mudahan akan ditemui. akankah manusia bisa melampaui keinginannya sendiri untuk hanya mengambil apa yang dia butuhkan. semua pilihannya dipertaruhkan.