nafas menderu setelah menuruni bukit. berkali-kali kuhirup berton-ton oksigen yang tak ada habisnya ini. gila tuh si ali dari tadi lari kenceng gak ada capeknya.
"ada apa bro? masak baru segini udah capek. tunjukkan kejantanan loe dong." cibir ali.
"ihh.. ogah, emang gue homo? naudzubillah."
pletak! sebuah tinjuan ringan berisi menghantam kepalaku.
"sakit tau.."
"siapa bilang itu enak. makanya kalau serius ya serius, jangan buat bercanda."
"orang timur memang gampang naik darah ye?"
ali bersiap menerkamku, secepat kilat aku melenyapkan diri di balik rerimbunan semak di antara pepohonan asam jawa. daerah bukit kapur ini emang aneh yang bisa tumbuh dengan subur hanya pohom asam jawa ini, sedang yang lain hanya tumbuh seadanya. mengingatkanku akan fenomena kenjomplangan yang terjadi di berbagai pelosok negeri ini, yang kaya obesitas, yang miskin busung lapar. hmm... bergidik aku memikirkannya.
@@@
"gimana konferensi kemaren?" tanya la do dengan nada semriwing. ada yang paham maksud semriwing? kalau tak paham analoginya seperti ini, seperti ketika kamu makan permen heksos, nah dimulut akan ada sensasi dingin. itulah semriwing. lalu gimana menerapkan semriwing pada indera pendengaran, silahkan di bayangkan sendiri-sendiri, hee..
"alhamdulillah sukses!" jawab akbar dengan wajah riang bergembira, seperti habis naek puncak gunung (apa hubungannya?). wajar kalau dia bergembira karena dia adalah ketua seksi acara, menyuguhkan acara yang fenomenal dengan kredit waktu kurang dari dua minggu bukanlah hal mudah bagi seorang pemula seperti dia. tapi sebenarnya yang paling bergembira adalah seksi humas yang tugasnya tebar pesona mencari peserta. karena dalam konferensi yang melibatkan gubernur ngayogyakarto hadiningrat itu berhasil mendatangkan peserta dalam jumlah yang melebihi kuota yang telah ditargetkan. alhasil panitia mendapatkan surplus yang cukup untuk tasyakuran sembelih kambing.
acara konferensi ekonomi islam yang diadakan secara estafet dalam parade izzul wal muslimin muharram 1423 H kemaren memang diadakan secara dadakan. kalo kata sekjen, "itulah kurang ajarnya ketua BEM". karena ketua BEM memang selalu aneh-aneh, bawaannya nyentrik, yang kata si sul "nyentriknya naudzubillah". dalam parade yang hanya berumur seminggu itu, kami para anak buah disiksa dengan berbagai rangkaian acara yang sangat padat bin numpuk-numpuk kaya kardus mie instan.
bayangkan saja dalam rangkaian acara selama seminggu, persiapan dan koordinasi hanya dilakukan selama tidak lebih dari satu bulan. dan untuk acara puncaknya, setelah melewati pertapaan selama tiga ditetapkanlah konferensi ekonomi islam.
untung saja selain nyentrik, pembawaannya juga di imbangi dengan sikap loyal yang luar biasa. selalu saja, kami tidak pernah tahu darimana dia bisa mendapatkan link sponsorship, yang jelas ketika acara akan dihelatkan dia telah berhasil menarik sponsor-sponsor berkantong gemuk. biasanya setelah pekerjaannya mengawasi dirasa cukup dia akan pergi entah kemana, tanpa ada yang tahu dan sama sekali tidak bisa dihubungi oleh siapapun. dan nanti akan muncul lagi dengan wajah tanpa dosa setelah acara bubaran, lalu bertanya "gimana suksesnya?" enteng banget gayanya bertanya.
banyak yang gemes dengan keslenge'annya dalam memimpin BEM, tapi kami para anak buah tidak bisa berbuat apa-apa, karena selain dia slenge'an, dibalik itu dia telah memberi sumbangsih nyata berupa perubahan haluan kegiatan mahasiswa. dampaknya tidak hanya dirasakan pada kami sebagai anak buahnya, tapi juga mahluk penghuni kampus yang lainnya. kok ada orang kaya gitu ya. aku seperti melihat seorang tokoh detektive hewan ace ventura, keduanya sama tingkahnya, bedanya dia orang timur sedangkan ace adalah orang barat. tapi itu gak penting karena keduanya telah berhasil menaklukkan rasa malu yang serampangan dan berhasil menempatkan pada tempat yang benar.
"mm.. surplusnya terserah kalian mau apakan, yang penting jangan ganggu kotak itu."kata la do sambil menunjuk kotak yang tergeletak di antara lemari berkas dan lemari ATK.
semua penasaran tak terkecuali aku.
