ada satu gunung yang harus dilewati kali ini? gunung ini bukan sembarang gunung, apalagi untuk orang selevelku yang masih seperti sekarang ini. beberapa pertimbangan telah di berikan untuk hal ini. pertimbangan pertama, seberapa jauh aku akan bertahan mendaki beberapa areal yang cukup sulit dan terjal. yang kedua, seberapa jauh konsistensi yang bisa aku pertahankan. yang ketiga, seberapa mampu aku membawahi orang-orang yang akan aku bawa mendaki gunung itu.
ini bukan perkara main main lho. ini beneran tantangan yang menguras malam-malamku. coba bayangkan jika kamu disuruh untuk melintasi suatu tempat yang belum pernah kamu lewati sebelumnya, kamu hanya diberikan beberapa arahan dan peta secara general, tidak ada detil yang tersedia untuk menjelaskan perjalanan seperti apa yang kamu lewati. ini semacam adapatasi terhadap sebuah perjalanan.
namun bukannya pesimis terhadap sesuatu yang belum pernah diketahui, hanya sebagai manusia normal, aku masih wajar saja memikirkan resiko yang akan dihadapi, karena itu juga yang bisa menyelamatkan dari kegegabahan.
ketika tawaran itu berlangsung beberapa kali, dengan pertanyaan, kamu mau apa?
segera aku menghadap ke arah kiblat, memohon kepada yang maha kuasa untuk memberikanku petunjuk. bagaimanapun diriku tidak lebih dari seorang yang naif tanpa perlindungan Dia yang maha kuasa. aku mengambil tantangan itu apapun resiko dan tantangannya. resiko adalah konsekuensi kan? lagipula life is never flat.

0 komentar:
Posting Komentar